Bongkar Post
Pesawaran, Bunda Literasi kabupaten Pesawaran Nanda Indira Dendi berharap bahasa daerah dapat dipelajari para siswa dapat berbahasa Lampung dalam berkomunikasi. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada acara lomba pidato bahasa lampung tingkat SMP/MTS sekabupaten Pesawaran (Selasa,22/8/2023) dikantor dinas perpustakaan dan ke arsipan kabupaten setempat.
Dalam sambutannya Nanda Indira Dendi mengatakan. Salah satu tugas yang sangat mulia dalam upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagaimana diamanatkan dalam pembukan UUD 1945 Alenia ke IV adalah Perpustakaan yang diselenggarakan dengan tujuan memberikan layanan kepada masyarakat, meningkatkan kegemaran membaca, serta memperluas wawasan dan pengetahuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Modernitas yang sarat akan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan telah mengubah jalan hidup banyak orang dan cara mereka berkomunikasi. Bahasa daerah kian lama, semakin ditinggalkan dalam komunikasi, dicampakkan karena cenderung dianggap kuno, terbelakang, atau kampungan” ujar Nanda.
Menurut Nanda sejatinya, bahasa daerah adalah bahasa yang terkait akan latar belakang etnis, suku, budaya, yang begitu kaya di Indonesia. Bahasa daerah mencerminkan identitas bangsa ini, cermin kita sebagai bangsa yang kaya akan budaya dan bahasa.
Nanda juga menambahkan saat ini sudah jarang kita dengar siswa di sekolah berkomunikasi dengan Bahasa Lampung, apalagi di sekolah
yang ada diperkotaan, bahkan di dalam keluarga sudah jarang dipergunakan Bahasa Lampung. Hal ini disebabkan beberapa faktor diantaranya akulturasi, dimana perkawinan antar suku dan ditambah lagi terpaan Bahasa “gaul” terus menggerus penggunaan Bahasa Lampung di kalangan pelajar.
“Untuk itu, saya selaku Bunda Literasi Kabupaten Pesawaran memberikan dukungan dan apresiasi yang tinggi kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
Kabupaten Pesawaran atas terselenggaranya kegiatan ini.
Dengan adanya Kegiatan Lomba Pidato Bahasa Lampung Tingkat SMP/MTS se-Kabupaten Pesawaran Tahun Anggaran 2023 diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta kepada Bahasa daerah Lampung khususnya para pelajar dan semoga kegiatan ini dapat menarik minat baca masyarakat dan meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan menciptakan generasi yang berbudaya baca,” tutupnya. (Haya)







