Suasana Aula DPC PDI Perjuangan Kota Bandarlampung sesaat sebelum acara dimulai, Rabu (28/8/2024). | Muzzamil
Bongkar Post
BANDARLAMPUNG – Kotak pandora terbuka. Misteri lama, pengalaman sejarah politik 53 Pilkada dengan paslon tunggal versus kotak kosong sepanjang tujuh kali penyelenggaraan Pilkada dalam sejarah kepemiluan tingkat lokal di Indonesia pascareformasi 1998, kali ini berhasil digagalkan di Pilkada Serentak 2024 tingkat Kota Bandarlampung.
Usai, partai politik (parpol) nasional peserta Pemilu 2024 nomor urut 3, Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, melalui DPC PDI Perjuangan Kota Bandarlampung akhirnya resmi melangsungkan agenda Penyerahan Surat Rekomendasi Pencalonan Form B1KWK Bagi Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Bandarlampung periode 2024-2029, Dr. dr. Hj Reihana Wijayanto, M.Kes., dan Ir. H. Aryodhia Febriansyah SZP, S.H. atau Reihana-Aryodhia.
Penyerahan surat rekomendasi pencalonan B1KWK sebagai syarat mutlak pendaftaran pasangan calon ke KPU setempat ini, dihelat di kantor DPC PDI Perjuangan setempat, Jl Pangeran Emir M Noer, Kelurahan Sumur Putri, Telukbetung Selatan, Bandarlampung, pada Rabu (28/8/2024) ba’da Ashar.
Pantauan lokasi pukul 14.50 WIB, dua orang Satgas PDI Perjuangan tampak berjaga di luar pagar kantor. Mereka, tampak mengantuk. Sementara di teras kantor, tampak meja tamu sekaligus kader petugas penyambut peserta acara, tampak siaga. Cuaca terik sangat.
Informasinya, seluruh fungsionaris DPC dan 20 PAC se-Bandarlampung bakal hadir. Pun utusan dari DPD PDI Perjuangan Lampung, yang terpantau di kantornya di jalan yang sama, tengah kedatangan tamu cagub Arinal Djunaidi yang baru saja tiba kembali dari kantor DPP PDI Perjuangan bersama cawagub Sutono, menjemput surat rekom senada.
Prosesi penyerahan rekomendasi pencalonan B1KWK bagi pasangan cawalkot-cawawalkot Reihana-Aryodhia, dipimpin oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bandarlampung Wiyadi, didampingi sekretaris Melinda, bendahara Ahmad Jares Mogni.
Berikut, para wakil ketua bidang (wakabid), yakni wakabid kehormatan partai, Hanafi Pulung; wakabid pemenangan Pemilu, Dedi Yuginta; wakabid ideologi dan kaderisasi, Wiwik Anggraini; wakabid keanggotaan dan organisasi, Tunas Budi Lukito; wakabid politik, Fandi Tjandra; serta wakabid hukum, HAM, perundang-undangan, Endang Setyaningsih.
Juga, wakabid perekonomian, Febrian Sanusi; wakabid kebudayaan, Farley Wijaya; wakabid penanggulangan bencana, kesehatan, perempuan, dan anak, Inge A Mahendra; dan wakabid industri, tenaga kerja, jaminan sosial, koperasi, dan UMKM, Adriawan Tirta; wakabid ekonomi kreatif, ekonomi digital, pariwisata, pemuda dan olahraga, Rakhmad Nafindra.
Lalu, wakabid keagamaan dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Suheli; serta wakabid pangan, pertanian, kehutanan, lingkungan hidup, kelautan dan perikanan, Ariyanto. Serta, wakil sekretaris bidang internal, Ratna Wulandari; wakil sekretaris bidang program, Citra Febrianti; dan, wakil bendahara Sri Ningsih Djamsari.
Calon walikota Reihana, mantan birokrat ASN. Namanya mulai dikenal saat diamanati oleh Walikota Bandarlampung 2005-2010 Eddy Sutrisno menjadi Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kota Bandarlampung. Ia lantas dimutasi menjadi Kadiskes Lampung oleh Gubernur Lampung 2009-2014 Sjachroedin ZP, bertahan di jabatan itu saat gubernur 2014-2019 dijabat M Ridho Ficardo, pun saat estafet kepemimpinan daerah berganti ke tangan gubernur 2019-2024 Arinal Djunaidi.
Calon wakil walikota Aryodhia, salah satu putra dari dua periode Gubernur Lampung Sjachroedin ZP. Dia juga mantan senator peraih 185.440 suara, nomor anggota B-31,
anggota DPD/MPR 2009-2014 dapil Lampung, bareng tiga kompatriot, Ahmad Jajuli, (kini mendiang) Anang Prihantoro, dan Iswandi. (Muzzamil)







