Bongkar Post – Anggaran Puluhan Miliar Dikelola DPRD Lamteng Diduga Fiktif, LSM KAKI Segera Lapor ke APH

Foto. Istimewa

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post
Lampung Tengah,

Lembaga Swadaya Masyarakat, Komite Anti Korupsi Indonesia (LSM-KAKI Lampung) menyoroti anggaran puluhan miliar yang dikelola DPRD Lampung Tengah  diduga fiktif sehingga digunakan untuk memperkaya diri oknum sekretariatan Dewan.

“Berdasarkan hasil investigasi, kami menduga  anggaran puluhan miliar di sekretariat Dewan Lampung Tengah bocor alus, kegiatan dilaksanakan tapi diduga fiktif, LSM Kaki akan segera Lapor ke Polda dan Kejati Lampung,” Kata Lucky Nurhidayah, saat mendatangi kantor Bongkar Post, Sabtu (22/06/2024).

Lucky memaparkan, berdasarkan hasil investigasi ditemukan dugaan fiktif anggaran puluhan miliar yang dikelola Sekwan Lamteng, diantaranya yang mencolok kegiatan menggunakan anggaran perjalanan dinas biasa dengan nilai Rp 2.387.254.000. “Ada dugaan kegiatan berjalan tapi orangnya tidak jalan, namun menggunakan anggaran dengan nota kegiatan fiktif,” ungkap Lucky.

Selanjutnya, Lucky menyampaikan anggaran belanja koordinasi dan konsultasi pelaksanaan tugas DPRD dengan nilai Rp 12.935.146.000, diduga jadi bancakan oknum-oknum di sekretariat DPRD Lampung Tengah.

“Lebih mencengangkan lagi, untuk kegiatan anggaran belanja koordinasi dan konsultasi pelaksanaan tugas DPRD dengan nilai Rp 12.935.146.000, diduga disalahgunakan untuk memperkaya diri oknum di Sekretariat Dewan Lamteng,” ungkap Lucky.

Dikatakannya lagi, penyalahgunaan terjadi dalam kegiatan belanja pendalaman DPRD dengan nilai anggaran Rp. 2.831.278.000.

“Kegiatan belanja pendalaman DPRD dengan nilai anggaran Rp 2.831.278.000. juga diduga fiktif,” lanjut Lucky.

Lucky Nurhidayah menjelaskan, bahwa pelanggaran ini melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.

“Pihak yang bertanggung jawab terhadap dugaan penyalahgunaan puluhan miliar anggaran ini adalah Sekwan DPRD Lampung Tengah selaku pengguna anggaran, kami minta APH dapat mengusut, diketahui juga dugaan penyalahgunaan anggaran tersebut sempat ditangani Kejari Lampung Tengah, namun nggak jelas,” pungkas Lucky.

Lucky juga menjelaskan bahwa pada Senin depan ini, akan melaporkannya ke Kejati Lampung dan Polda Lampung (Red)

Pos terkait