Bongkar Post – 2025, Walikota Eva Dwiana Janjikan Sarapan Gratis Bagi Siswa TK-SD-SMP

Walikota Bandarlampung Eva Dwiana dalam sebuah kesempatan bersama siswa siswi SD dan SMP di Bandarlampung. | Muzzamil

 

Bacaan Lainnya

Bandar Lampung, BP

Orang nomor satu di Bumi Ragom Gawi, Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana mengekspos rencana kebijakan program populis Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung berupa program makan pagi atau top sarapan gratis khusus bagi seluruh siswa-siswi Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri/swasta di Kota Tapis Berseri, pada tahun anggaran 2025 mendatang.

Walikota Eva mengekspos kabar gembira ini, disela membuka acara Gerakan Aksi Bergizi dan Sosialisasi Kesehatan Jiwa, Narkotika, Psikotropika, dan Zat Aditif Lainnya (NAPZA) Bagi Remaja Tingkat Kota Bandarlampung 2024, rangkaian HUT ke-342 Bandarlampung 2024 plus meninjau SMPN 29 Bandar Lampung, Jl Soekarno-Hatta poros Jl Penghijauan Nomor 50, Way Dadi, Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung, Selasa (11/6/2024).

Walikota perempuan pertama di Bumi Ragom Gawi sekaligus Bumi Ruwa Jurai Lampung ini membeber rencana program yang notabene bagian dari pembuktian kehadiran negara ditengah rakyat demi memerangi “hantu” stunting tersebut, diabdikan sebagai upaya pelindungan dan peningkatan kesehatan gizi dan nutrisi anak siswa-siswi TK-SD-SMP agar dapat terus dan makin tumbuh sehat, bebas dari stunting, sebagai cara bekal generasi emas mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Anak-anak kita, tutur Bunda, sapaan walikota cum ibu tiga anak ini, harus sehat, karena merekalah sejatinya, generasi penerus yang akan melanjutkan proses pembangunan daerah Kota Bandar Lampung mendatang.

1 dari 4 anak Indonesia alami kondisi gagal tumbuh akibat kurang gizi berkepanjangan. Salah satu penyebab utama stunting adalah anemia pada remaja putri dan ibu hamil.

Riset Kesehatan Dasar 2018, 3 dari 10 anak di Indonesia menderita anemia yang berdampak negatif pada imunitas, konsentrasi, prestasi belajar, kebugaran, dan produktivitas remaja.

Daya pemerintah atasi ini? “Kementerian Kesehatan menginisiasi Gerakan Aksi Bergizi, libatkan beragam sektor melalui advokasi, mobilisasi sekolah, masyarakat, koordinasi multisektor, penguatan kapasitas, pemantauan dan evaluasi,” terang Bunda Eva, gerakan ditaja dengan tiga intervensi utama.

“Sarapan dan minum tablet tambah darah bersama di sekolah tiap minggu, edukasi gizi multisektor untuk promosikan asupan makan yang sehat dan aktivitas fisik, dan komunikasi untuk perubahan perilaku yang relevan dan komprehensif,” sebut Koordinator Wilayah II Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Sumatera Bagian Selatan ini.

Kesehatan jiwa generasi muda biar bebas dari pengaruh dan ketergantungan NAPZA sangat penting. Bahaya NAPZA amat serius karena dapat menyebabkan kecanduan, kerusakan organ dalam, bahkan overdosis, terutama pelajar. Karena itu pemahaman bahaya harus diketahui sejak dini agar dapat ditanggulangi.

Eva berharap gerakan ini memotivasi kegiatan rutin serupa sekolah-sekolah lainnya sebagai upaya meningkatkan gizi remaja dalam cegah anemia pada remaja putri, dan meningkatkan pengetahuan remaja tentang bahaya NAPZA.
Gerakan ini diharapkan dapat mendukung pencegahan stunting dan penggunaan NAPZA di kalangan remaja secara nasional.

Plt Kadis Kesehatan Bandar Lampung, Desti Mega Putri, mendampingi Bunda menjelaskan ragam acara Gerakan Aksi Bergizi di SMPN 29 Bandarlampung ini yakni senam pagi, sarapan bersama, minum tablet penambah darah, dan edukasi sosialisasi pentingnya minum tablet penambah darah agar anak tahu tak boleh kekurangan darah terutama saat menstruasi, dua hari gelaran, 400 siswa hari pertama, dan 250 siswa peserta sosialisasi tema kejiwaan dan NAPZ, hari kedua, Rabu (12/6/2024).

Sebagai informasi, Kota Bandarlampung dinilai cakap berhasil menurunkan rerata prevalensi stunting daerah ini dari 19,4 persen di 2021 menjadi 11,1 persen pada 2022 merujuk Survei Status Gizi Indonesia (SSGI).

Gimana persiapan anggaran dan teknis tata laksananya, Bunda Eva? Dijelaskan, Pemkot Bandarlampung menganggarkan Rp10 miliar dari pagu alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bandarlampung Tahun Anggaran 2025.

Lugas Bunda, anggarannya mandiri bukan comot dari anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Gak pakai dana BOS. BOS sesuai fungsi, tak tersentuh program sarapan gratis,” lugas ia memastikan.

Secara teknis operasional, nantinya sebelum diberlakukan menyeluruh, Pemkot setempat akan menguji coba terlebih dulu di sedikitnya 400an TK-SD-SMP tersebar di 126 kelurahan di 20 kecamatan se-Kota Bandar Lampung.

Mengacu data, ada sedikitnya 283 SD negeri sederajat, 139 SMP sederajat terdiri 40 negeri sisanya swasta di kota 1,25 juta penduduk ini.

“Makasih Bunda Eva. Aku ikut senang. Tahun depan aku kelas lima berarti bisa dapet, bisa rasain sarapan gratis dari Bunda,” tutur Aisha Aulia Danastri Fitriani, siswi kelas 4 SDN 2 Palapa Kecamatan Enggal, Bandarlampung, tengah tergolek lemah gegara tipes kambuh, bilangan Langkapura, Bandarlampung, pada Selasa malam. (Muzzamil)

Pos terkait