Belum Ada Penambahan Titik Baru, Dishub Metro Alokasikan Rp800 juta Fokus Perbaikan Rutin dan Inventarisir Kerusakan

Belum Ada Penambahan Titik Baru, Dishub Metro Alokasikan Rp800 juta Fokus Perbaikan Rutin dan Inventarisir Kerusakan

 

Bacaan Lainnya

 

Bongkar Post, Metro — Pemerintah Kota (Pemkot) Metro melalui dinas Perhubungan (Dishub) Kota setempat memastikan pemeliharaan lampu penerangan jalan umum (PJU) tetap menjadi prioritas di tahun anggaran 2026. Meski belum ada penambahan titik lampu baru, Dishub fokus mengoptimalkan ribuan titik yang sudah terpasang demi mewujudkan visi “Metro Terang Benderang”.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Metro Wahyu Arswendo Umbara menjelaskan, untuk tahun 2026, pihaknya mengalokasikan anggaran sekitar Rp800 juta khusus untuk pos pemeliharaan rutin.

Anggaran ini diproyeksikan untuk mengakomodir lebih dari 5.000 titik lampu yang tersebar di seluruh wilayah Bumi Sai Wawai.

“Fokus kami saat ini adalah pemeliharaan. Kami mengakomodir hampir 5.000 lebih titik yang sudah terpasang. Banyak lampu lama berdaya besar yang mulai kita migrasikan ke lampu LED untuk memperingan tagihan rekening listrik daerah,” ujarnya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.

Terkait keluhan masyarakat di media sosial mengenai lampu jalan yang mati, Dishub mengaku tidak tinggal diam. Namun, ia tidak menampik adanya kendala stok material yang saat ini masih dalam proses pengadaan.

Sebagai langkah taktis, Dishub menerapkan sistem efisiensi melalui “kanibalisasi” komponen dari stok lama yang masih layak pakai.

“Kami tahu banyak keluhan di medsos. Bukannya tidak ditindaklanjuti, tapi stok barang memang sedang kosong dan masih proses pengadaan. Sambil menunggu, kami lakukan inventarisir laporan yang masuk ke call center atau WA. Jika kerusakannya tidak prinsipil, seperti kabel putus atau setelan timer yang meleset, langsung kami perbaiki di lapangan,” jelasnya.

Ia juga memaparkan bahwa saat ini tingkat persentase “Metro Terang” telah mencapai kisaran 80 persen. Adapun 20 persen sisanya masih mengalami kendala teknis, terutama pada jalur protokol seperti Jalan Jenderal Sudirman.

“Di Jalan Sudirman itu jaringannya bawah tanah dan sudah banyak yang lapuk. Saat cuaca hujan, sering terjadi kelembaban yang memicu korsleting. Inilah yang terus kami tanggulangi secara bertahap,” tambahnya.

Mengenai rencana pengembangan melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), Dishub menyatakan posisi dinas saat ini berperan sebagai penyedia data teknis.

“Untuk KPBU, kami sudah siapkan data kebutuhan yang diperlukan. Terkait anggaran dan regulasi, itu ranahnya ada di Bappeda dan BKAD. Tugas kami memastikan data di lapangan akurat agar perencanaan kedepan tepat sasaran,” pungkasnya.

Hingga saat ini, Dishub Metro terus melakukan monitoring rutin setiap malam untuk memastikan kenyamanan warga, terutama bagi mereka yang menjalankan aktivitas di waktu subuh agar kondisi jalan tetap terang dan aman. (**)

Pos terkait