Bedah Novel Menghadang Kubilai Khan Digelar di Dispersip Solo, Ajak Publik Menyelami Heroisme Leluhur Nusantara
SOLO, bongkarpost.co.id – Upaya menghidupkan budaya literasi sekaligus memperkenalkan sejarah Nusantara kepada masyarakat, bakal diwujudkan melalui kegiatan Bedah Buku Novel Menghadang Kubilai Khan karya A.J. Susmana yang digelar di Kota Solo.
Kegiatan bertema “Epic Nusantara: Mengenalkan Sikap Heroik Leluhur Nusantara” itu akan berlangsung pada Sabtu (25/7/2026) pukul 08.00-12.00 WIB di Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Surakarta, Jalan Hasanuddin No. 112, Banjarsari. Acara terbuka untuk umum dan dapat diikuti secara gratis.
Ketua Panitia kegiatan Bedah Buku, Dr. Sawitri berharap, acara bedah buku tersebut bisa menjadi ruang dialog antara penulis, akademisi, pegiat budaya, komunitas literasi, pelajar, mahasiswa, guru, hingga masyarakat umum yang memiliki ketertarikan terhadap sejarah dan sastra Indonesia.
Diketahui, novel Menghadang Kubilai Khan mengangkat salah satu episode penting dalam sejarah Nusantara, yakni ancaman ekspansi Kekaisaran Mongol di bawah Kubilai Khan terhadap Jawa pada abad ke-13. Melalui kisah tersebut, pembaca diajak memahami dinamika politik Kerajaan Singhasari hingga lahirnya Majapahit, termasuk kecerdikan diplomasi Raden Wijaya dalam menghadapi kekuatan Mongol.
Karya A.J. Susmana dinilai berhasil memadukan fakta sejarah dengan gaya bertutur yang mengalir sehingga peristiwa besar yang melibatkan Kerajaan Singhasari, Majapahit, dan pasukan Mongol dapat dipahami lebih mudah oleh pembaca umum.
Panitia berharap kegiatan bedah buku tidak sekadar menjadi ajang memperkenalkan karya sastra sejarah, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran akan pentingnya memahami sejarah sebagai bagian dari pembentukan karakter bangsa.
Sawitri mengatakan, melalui diskusi bersama penulis dan narasumber, peserta akan diajak menggali nilai-nilai keberanian, diplomasi, nasionalisme, persatuan, hingga kepemimpinan yang terkandung dalam novel tersebut. Nilai-nilai itu dinilai tetap relevan sebagai pembelajaran bagi generasi masa kini.
“Saya berharap bedah buku ini mampu memperkuat budaya membaca serta memperluas apresiasi masyarakat terhadap karya sastra sejarah. Ini juga menjadi momentum mempertemukan berbagai kalangan dalam satu ruang diskusi yang terbuka dan konstruktif,” ujar Sawitri.
Untuk itu, Panitia juga menyiapkan sejumlah fasilitas bagi peserta, antara lain e-sertifikat, materi bedah buku, rekaman kegiatan, kesempatan berdiskusi langsung dengan penulis, serta konsumsi.
Masyarakat yang ingin mengikuti kegiatan tersebut dapat mendaftarkan diri melalui panitia. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh dengan menghubungi Gibran di nomor 085803534651 atau Jarot di nomor 08179537835. [*]



