Baru Dibangun Jalan Sudah Diperbaiki

 

Bongkarpost.co.id

Bacaan Lainnya

Lampung Barat,

Diam” pekon(desa) padang cahya kecamatan balik bukit,kabupaten lampung barat melakukan perbaikan jalan yang baru di bangun, sabagai mana di ketahui jalan yang baru di bangun, sudah banyak mengalami kerusakan seperti hal nya patahan, pecah tengah,berlobang.sebelum nya media bongkar post sudah berapa kali menayangkan pemberitaan terkait pembangunan jalan yang bersumber dari dana ADD dengan pagu anggaran 215 juta lebih dengan panjang 352M yang ada di dusun limau kunci,pekon padang cahya dengan kondisi yang sudah mulai rusak.

Hasil penelusuran awak media bongkar post hari rabu(26/02/2025) sudah ada perbaikan yang di lakukan pihak pekon padang cahya kecamatan balik bukit,dengan menutupi jalan yang sompal,namun di tengah” jalan masih terlihat jelas patahan tengah yang memanjang.

Jalan itu sejatinya baru dibangun pada akhir tahun 2024 lalu, serta diserahterimakan ke pihak pekon pada tanggal 6 Januari 2025. Akan tetapi, fakta dilapangan kondisi jalan telah menunjukan adanya kerusakan, terdapat retakan dan patahan dibahu jalan itu.

Jalan yang melintasi Pemangku Limaukunci ini juga masuk pada ruas Jalan Bedeng-Sampot yang sepanjang 5,7 Kilometer yang merupakan jalan kabupaten. Untuk pembangunan jalan dengan DD oleh pekon pun tidak ada kordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lambar.

Pihak Dinas PUPR Lambar menyebut tidak ada masalah bila pihak pekon dapat melakukah pembangunan pada jalan milik kabupaten. Namun, pembangunan itu harus dilakukan dengan standar kualitas untuk jalan kabupaten.

Kasi Jalan di Bidang Bina Marga DPUPR Lambar, Enru saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (25/02/25) mengatakan bahwa kualitas jalan kabupaten dan pekon sangat berbeda. Khusunya dalam takaran material dan spefikasi yang digunakan.

“Spefikasi jalan kabupaten dan pekon itu sangat berbeda, karena berbeda keperuntukannya. Kalau mau bagun jalan kabupaten tentunya harus mengikuti spefikasi jalan kabupaten,” katanya.

Dikatakan Enru, menyikapi viralnya kualitas pembangunan jalan Bedeng-Sampot yang menggunakan DD dan telah mengalami keretakan, pihaknya tidak dapat berbicara banyak. Terkecuali pihak DPUPR Lambar diminta untuk mengecek kualitas oleh pihak-pihak terkait.

Itu dilihat dari perencanaan, melihat anggaran dan volume jalan harusnya sudah cukup. Tapi bukan tupoksi kami ya, kita gak tau perencanaannya dan kami bisa masuk bila diminta atau dilibatkan saja,” katanya.

Menurutnya, bila jalan rabat beton memang membutuhkan patahan dibahu jalannya. Hal itu berfungsi untuk ayunan bila mendapat tekanan dari kendaraam berat yang melintas.

“Kalau kami melakukan pembangunan rabat beton memang ada spefikasi untuk membuat patahan dengan jarak tertentu, dan itu ada funsinya. Jaraknya juga terukur ya,” katanya.

Namun berbeda bila terdapat retakan memanjang ditengah bahu jalannya. Bila itu terjadi dipastikan terdapat kesalahan dalam pengerjaanya jenis rabat beton.

“Rabat beton patah melintang dengan jarak yang ditentukan itu memang dibuat dan ada tujuannya. Lain cerita bila retaknya memanjang ditengah jalan, itu dikarenakan ada kesalahan dan tidak dianjurkan untuk pembangunan jalan rabat beton,” ucapnya.

Sementara, peratin(kepala desa)Muzarni terkesan menghidar ditemui untuk memberikan hak jawab mengenai pembangunan jalan di Limaukunci. Beberapa kali awak media berusaha menghubungi melalui telepon dan pesan WA. Begitu juga saat wartawan sambangi ke kantor pekon selalu tidak ada .(ozi)

Pos terkait