Anggota DPRD Lampung Budi Yuhanda Serap Aspirasi Warga Mesuji

  • Whatsapp

MESUJI – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Nasdem Budi Yuhanda, S.H., M.Kn. melaksanakan kegiatan rutin tahunan RESES di Kabupaten Mesuji. Pada hari pertama acara diadakan di dua Desa yaitu Fajar Asri dan Fajar Indah Kecamatan Panca Jaya. Di hari keduanya Budi Yuhanda bertatap muka langsung dengan warga di Kantor Desa Harapan Mukti Kecamatan Tanjung Raya, selasa (22/02/22).

Hadir dalam acara Tenaga Ahli DPRD Mesuji Junaidi, SP., Kepala Desa Harapan Mukti Dedi Irawan, Babinsa Serda Yopi Irwansyah, BPD dan Tokoh Masyarakat serta ratusan warga.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya Kepala Desa Harapan Mukti Dedi Irawan menyampaikaan beberapa poin yang menjadi aspirasi warganya, yaitu peningkatan jalan poros (Kabupaten) dari Desa Harapan Mukti ke arah Desa Mukti Jaya Kabupaten, jalan tani atau jalan dan jembatan (gorong-gorong) serta usaha kecil dan menengah milik warga yang menghadapi kesulitan ekonomi dalam menghadapi dampak dari wabah corona (covid-19).

“Kami sangat mengharapkan bantuan dalam rangka peningkatan penghasilan ekonomi warga, dengan cara bantuan usaha, di bidang pertanian, perkebunan, perdagangan serta budidaya ikan kolam. Diharapkan juga perhatiannya pada pembangunan insfrastruktur jalan maupun jembatan plat dan gorong-gorong di jalan lingkungan desa,” harap Dedi.

Di tempat yang sama Budi Yuhanda dari Komisi Dua DPRD Provinsi Lampung menyambut baik usulan dari masyarakat dan akan membawa aspirasi ini ke DPRD Provinsi supaya bisa dibahas dan disampaikan pada sektornya masing-masing.

“Aspirasi-aspirasi ini akan saya sampaikan pada bidangnya masing-masing supaya bisa diperhatikan dan diberikan bantuan sesuai apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di setiap desa,” ujarnya.

Selanjutnya dalam Reses tahap 1 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Lampung Daerah Pemilihan (Dapil) VI Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat Danesuki Budi Yuhanda memberikan tali asih berupa minyak goreng untuk warga yang hadir, untuk membantu masyarakat yang belakangan ini sangat sulit membeli minyak goreng karna kelangkaan dan harga yang tinggi.

(Lukman)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *