34 Kasus Premanisme Diungkap, Polres Lampung Utara Torehkan Prestasi Gemilang dalam Operasi Pekat Krakatau 2025

Bongkarpost.co.id

Lampung,

Bacaan Lainnya

Kepolisian Resor (Polres) Lampung Utara menorehkan prestasi membanggakan dalam Operasi Pekat Krakatau 2025.

Di bawah komando Kapolres AKBP Deddy Kurniawan satuan ini menjadi yang paling agresif dalam menindak premanisme, dengan total 34 kasus yang berhasil diungkap selama operasi berlangsung.

“Data menunjukkan, Polres Lampung Utara mencatatkan jumlah penindakan premanisme tertinggi selama Operasi Pekat Krakatau 2025, yakni sebanyak 34 kasus. Ini angka yang luar biasa dan mencerminkan kepemimpinan serta koordinasi yang sangat baik di lapangan,” ujar Kapolda Lampung, Irjen Pol Helmy Santika, saat memberikan keterangan pers, Senin (19/5/2025).

Tak hanya itu, Kapolda juga menyebut Polres Lampung Timur berada di posisi kedua dengan 32 kasus. Sedangkan Polres Tanggamus hanya mencatat dua kasus selama pelaksanaan operasi.

Kapolda Helmy secara khusus memberikan apresiasi tinggi kepada Kapolres Lampung Utara yang dinilai berhasil menggerakkan jajarannya secara maksimal.

“Apa yang dilakukan Polres Lampung Utara merupakan contoh nyata bagaimana sinergi dan komitmen bisa menghasilkan dampak langsung bagi keamanan masyarakat,” tuturnya. 

121 Tersangka Diamankan, Pungli Masih Dominan

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, Kombes Pol Pahala Simanjuntak, menyampaikan bahwa dari hasil Operasi Pekat Krakatau 2025, sebanyak 121 tersangka telah diamankan.

Sebagian besar tersangkut kasus pungutan liar (pungli), yang kerap kali dilakukan dengan cara-cara intimidatif.

“Banyak dari para pelaku melakukan pungutan paksa terhadap sopir truk, jika tidak memberi uang, mereka diancam dan dipaksa untuk putar balik,” ungkap Pahala.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa praktik pungli juga terjadi di lingkungan pasar. Dalam beberapa kasus, nominal pungutan jauh melebihi yang disepakati dalam kontrak resmi.

“Kontrak hanya menyebutkan pungutan Rp 2.000, namun kenyataannya di lapangan mereka menarik hingga Rp 50.000. Ini jelas tidak bisa ditolerir,” tegasnya.

Keberhasilan Polres Lampung Utara dalam operasi ini menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga ketertiban dan rasa aman masyarakat.(Jim)

Pos terkait