1.300 Perenang Ramaikan Piala Gubernur Lampung, Bidik PON 2028–2032
Bongkar Post, Bandar Lampung
Kejuaraan Piala Gubernur Invitasi Renang Lampung 2026 resmi bergulir di Kolam Renang Pahoman, Bandar Lampung. Ajang bergengsi ini tak sekadar menjadi arena kompetisi, tetapi juga disiapkan sebagai fondasi strategis pembinaan atlet renang muda Lampung untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 hingga 2032.
Sebanyak sekitar 1.300 perenang ambil bagian dalam kejuaraan ini, datang dari berbagai daerah di Sumatera seperti Jambi, Bangka Belitung, dan Sumatera Selatan. Kehadiran atlet luar daerah dinilai memperketat persaingan sekaligus menjadi cermin kualitas pembinaan renang Lampung di level regional.
Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Ahmad Saifullah, menegaskan bahwa invitasi ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam membangun regenerasi atlet sejak usia dini melalui kompetisi yang terstruktur dan berkelanjutan.
“Kejuaraan ini bukan sekadar mencari juara, tetapi menyiapkan atlet Lampung agar memiliki mental tanding dan kualitas teknik yang mampu bersaing di tingkat nasional,” ujar Ahmad Saifullah, Jumat (6/2/2026).
Ia menambahkan, pembinaan olahraga harus dimulai dari kompetisi yang sehat dan berjenjang agar potensi atlet dapat terpetakan sejak awal.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Provinsi Lampung, Taufik Hidayat, menilai Piala Gubernur Invitasi Renang menjadi ruang evaluasi penting bagi atlet dan pelatih terhadap hasil latihan yang selama ini dijalani.
“Semakin sering atlet diberi jam terbang melalui kompetisi, semakin matang pula kesiapan mereka menghadapi event besar. Ini bagian dari proses panjang menuju prestasi,” kata Taufik.
Menurut Taufik, KONI Lampung bersama cabang olahraga terus melakukan pembinaan dan pendataan atlet akuatik secara berkelanjutan untuk menyiapkan perenang potensial yang mampu menjadi tulang punggung Lampung di kejuaraan nasional dan PON mendatang.
Ia berharap Piala Gubernur Renang Lampung tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga ikon pembinaan prestasi renang di Sumatera, sekaligus momentum kebangkitan olahraga akuatik Lampung di level nasional.(*)







