Tidak ada Pencapaian Tanpa Pengorbanan, Bahkan Surga & Neraka Pun Menuntut Kematian

Opini

 

Bacaan Lainnya

Tidak ada Capaian Tanpa Pengorbanan, Bahkan Surga & Neraka Pun Menuntut Kematian

 

Oleh : Hengky (Pengusaha dan Pengamat Sosial Budaya, tinggal di Bandar Lampung)

 

Tuhan yang belum langsung mengabulkan doamu adalah Tuhan yang sama yang tidak menghukummu dikala kamu berbuat dosa.

Pelajari hidup; Ingat. Orang kaya tidak butuh uang Anda, tapi mereka sangat butuh hal lain yang tidak bisa mereka beli dengan uang. Banyak peluang yang hilang bukan karena Anda tidak punya modal, tapi karena Anda datang untuk memberitahukan dengan cara yang salah.

Kebanyakan mendekati orang kaya dan berkuasa dengan sikap mengemis; meminta waktu, meminta modal, atau menawarkan “tenaga” yang sifatnya sangat umum.

Akibatnya, anda diremehkan, pesan Anda diabaikan, dianggap benalu, bahkan bisa jadi Anda dianggap penipu, karena Anda tidak memiliki nilai yg sepadan. Anda sendirilah yang membuat dirimu cangguh & lemah karena anda tidak paham apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh orang kaya & orang yang berkuasa dalam posisi di atas Anda.

Pertukaran nilai yang tak seimbang; Orang pasrah & orang merasa dirinya paling pintar, kebanyakan takut berbicara dengan orang yang dianggapnya hebat & akhirnya pasrah menjadi penonton.

Yang dibutuhkan orang kaya, apalagi kaya & berkuasa, tawarkan sesuatu yang langka tanpa anda harus terlihat mengemis & menjilat. Posisikan diri anda sebagai pemecah masalah, apalagi kalau dia lagi cemas, tawarkan anda yang mengeksekusi.

Orang yang merdeka & bukan yang merasa merdeka, tapi tanpa anda sadari kau hanya menjadi budak dari orang kaya & orang berkuasa, orang yang benar-benar merdeka tidak pernah meminta belas kasihan. Dia hadir membawa solusi nyata yang membuat orang paling kaya & paling berkuasa sekalipun di lingkungannya butuh padanya.

 

Racun pikiran yang harus dibuang!!

Banyak orang yang mengira kemiskinan hanya soal angka nol di rekening bank. Padahal, kemiskinan yang paling berbahaya adalah kemiskinan yang bersarang di dalam pikiran.

Uang bisa dicari, aset bisa dibangun, tetapi jika “sistem operasi” di kepalamu masih menggunakan mentalitas miskin, seberapa banyak uang yang datang, ia akan segera pergi kembali.

Racun-racun yang menghambat kemajuan adalah racun pikiran yang kamu buang jika ingin mengubah nasib;

1. Mentalitas korban (playing Victim) ini adalah racun yang paling mematikan. Orang bermental miskin selalu merasa dunia tidak adil. Mereka menyalahkan pemerintah, orang tua, atasan, atau ekonomi atas kegagalan mereka.

Selama kamu merasa menjadi korban, kamu menberikan kekuatan pada pihak luar. Orang bermental kaya mengambil tanggung jawab penuhm Mereka berkata, “Jika hidup saya berantakan, itu salah saya, & saya akan memperbaikinya.”

2. Alergi terhadap proses (ingin kaya Instan). Mental miskin mencintai jalan pintas, mereka mudah tergiur skema cepat kaya, judi atau investasi bodong dan sebagainya, karena malas berproses.

Mereka melihat kesuksesan orang lain sebagai keuntungan saja, bukan karena kerja pakai otak & strategi. Padahal, kesuksesan yg dibangun seperti menanam pohon jati, bukan pohon kangkung. Jika kamu tidak mencintai prosesnya & takut pula ambil resiko, kamu tidak akan pernah menikmati hasilnya.

3. Gengsi lebih besar daripada kemampuan. Mereka menukar kebebasan finansial demi validasi hari ini.

4. Sinis melihat kesuksesan orang lain. Saat melihat orang sukses, apa respon pertamamu? Kagum & ingin belajar atau cuma nyinyir aja? Orang bermental miskin membenci orang sukses dan kaya; mereka menganggap sukses itu curang & kotor. Padahal jika kamu membenci kesuksesan, alam bawah sadarmu akan menjauhkanmu dari kesusksesaan itu sendiri.

5. Mental ” saya sudah tahu”. Orang bermental miskin seringkali merasa paling pintar, hobi ngeyel pula biasanya & mudah tersinggung kalau ada kata-kata yang tidak sesuai dengan cara berpikirnya. Mereka sulit diberi masukan & antik kritik. Sebaliknya orang bermental kaya, mereka paling haus ilmu, karena mereka sadar bahwa dunia ini berubah cepat. Kesombongan intelektual adalah penutup pintu rezeki.

6. Fokus pada masalah, bukan pada solusi. Berikan peluang pada orang bermental miskin, mereka akan menemukan 100 alasan mengapa itu tidak akan berhasil. Orang bermental kaya melihat hambatan yang sama, tapi fokus mereka adalah ” bagaimana cara ini?”. Dimana fokusmu berbeda, disitulah energimu terbangun.

7. Mentalitas gratisan, merasa berhak mendapatkan sesuatu tanpa usaha adalah ciri khas mental miskin. Selalu mencari yang gratisan, atau mengharapkan bantuan tanpa memberi nilai balik.

Kekayaan adalah hasil pertukaran nilai. Jika kamu ingin mendapatkan nilai lebih, kamu harus memberikan nilai lebih juga mentalitas meminta-minta atau selalu mengharapkan sumbangan dengan kemasan yang bermacam-macan tidak akan pernah akan melahirkan raja.

Mengubah nasib dimulai dengan pertobatan pikiran. Akui jika kamu memilikinya, & buang jauh-jauh.

Salam sehat selalu untuk semuanya di manapun berada. (*)

Pos terkait