Proyek Siluman? Sumur Bor di Cirangkong Tanpa Identitas, BBWS Wajib Bertanggung Jawab

Proyek Siluman? Sumur Bor di Cirangkong Tanpa Identitas, BBWS Wajib Bertanggung Jawab

 

Bacaan Lainnya

Purwakarta, bongkarpost.co.id – Proyek sumur bor untuk mengairi sawah kekeringan di Desa Cirangkong, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta, menjadi sorotan tajam. Bukan karena manfaatnya yang dipertanyakan, melainkan karena cara pelaksanaannya yang dinilai tidak transparan.

Sebuah proyek pengeboran sumur bor dengan anggaran negara sekitar Rp 100 jutaan telah berjalan kurang lebih 1 bulan di Desa Cirangkong. Namun hingga kini, proyek tersebut berjalan tanpa papan nama proyek di lokasi.

Proyek itu berlokasi di Desa Cirangkong, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta, tepat di area persawahan yang mengalami kekeringan.

Proyek telah berjalan selama kurang lebih 1 bulan hingga kini Selasa (20/10/2026) saat tim media turun ke lokasi. tidak pernah terlihat papan nama proyek terpasang.

Di lokasi, tim media hanya menemui pelaksana proyek di lapangan. Saat dikonfirmasi, pelaksana tersebut mengarahkan kepada Pa Ino selaku perwakilan dari BBWS. Selanjutnya, saat dikonfirmasi, Pa Ino membenarkan bahwa papan nama proyek memang belum dipasang dan anggaran proyek kurang lebih 100 jutaan. Lebih lanjut, Pa Ino mengarahkan tim media kepada Kepala Desa Cirangkong untuk keterangan lebih lanjut.

Papan nama proyek adalah kewajiban dalam setiap proyek yang dibiayai uang negara. Tanpa papan nama, publik tidak bisa mengetahui nama kegiatan, nilai anggaran pasti, sumber dana, pelaksana, dan waktu pelaksanaan. Kondisi ini membuat proyek sulit diawasi.

Upaya tim media untuk memperoleh data lengkap di lokasi terhambat. Pelaksana di lapangan mengarahkan ke Pa Ino, dan Pa Ino mengarahkan lagi ke Kepala Desa, tanpa menunjukkan dokumen proyek. Hingga berita ini diturunkan, belum ada dokumen resmi yang diberikan kepada media.

Sorotan keras datang dari Ketua Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI) Purwakarta, Maman Mulyana.

“Ini bukan soal kecil! Ini uang negara, uang rakyat! Sudah sebulan proyek berjalan tapi tidak ada papan nama, ini sudah masuk kategori tidak transparan dan sangat fatal. Jangan main-main dengan uang negara. Kalau proyek ini dibiayai uang pribadi, silakan tidak pakai papan nama. Tapi ini APBN, wajib terbuka! BBWS harus pasang papan nama sekarang juga, jangan tunggu ditegur wartawan baru panik!”* tegas Maman Mulyana, Selasa (20/10/2026).

Maman juga menegaskan, adanya rantai lempar tanggung jawab dari pelaksana ke Pa Ino, lalu ke Kepala Desa, menimbulkan pertanyaan besar di publik.

“Kami tidak akan diam! Kalau ada proyek uang negara yang berjalan tanpa papan nama, itu sama saja proyek gelap. Kami sebagai pers akan terus mengawasi dan menagih transparansi. BBWS jangan merasa kebal dari kritik. Satu bulan tanpa papan nama adalah kelalaian yang tidak bisa ditolerir!” tambahnya.

“Kami dukung proyeknya, tapi kami kecam keras cara kerjanya. Pasang papan nama, buka anggarannya, dan biarkan publik mengawasi. Kalau memang benar, kenapa harus takut transparan?” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak BBWS dan Kepala Desa Cirangkong diharapkan dapat memberikan klarifikasi terbuka terkait proyek tersebut, termasuk peran masing-masing pihak, agar tidak menimbulkan spekulasi di lapangan. (Team)

Pos terkait