MSCI Ancam Turunkan Kelas Pasar Modal RI, OJK: Kami Yakin Tetap Prospektif dan Menarik
Internasional, Bongkarpost.co.id –
Lembaga indeks global MSCI Inc. resmi umumkan akan mulai konsultasi proposal reklasifikasi status Indonesia per 15 Oktober 2026. Isunya: Indonesia terancam turun kelas dari Emerging Market jadi Frontier Market.
Menanggapi itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) langsung buka suara.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan pihaknya menghormati pandangan MSCI.
“Kami menghormati view dari MSCI dan terus melakukan pembenahan dan tindak lanjut atas berbagai masukan yang diberikan,” kata Friderica, melalui siaran pers nya, minggu lalu.
Friderica mengatakan, bahwa OJK serius mencermati area-area yang masih perlu disempurnakan menurut MSCI. OJK juga menghormati independensi lembaga penyedia indeks global.
Namun, ia tegaskan, pasar modal Indonesia tetap prospektif dan menarik.
“Kami meyakini pasar modal domestik tetap prospektif dan menarik. Hal ini didukung oleh fundamental perekonomian Indonesia yang terjaga, basis investor yang terus bertumbuh, valuasi saham yang kompetitif, dan kinerja fundamental emiten yang secara umum masih positif,” ujarnya.
MSCI Nilai Reformasi RI Belum Cukup
Dalam pengumumannya, MSCI sebenarnya sudah mengakui reformasi pasar modal Indonesia yang sudah jalan:
1. Publikasi kepemilikan saham diatas 1%.
2. Peningkatan granularitas klasifikasi investor.
3. Pengumuman High Shareholding Concentration (HSC).
4. Kebijakan baru kenaikan batas minimum free float.
Tapi bagi MSCI, itu belum cukup. MSCI masih soroti isu integritas pasar, transparansi, dan penegakan hukum.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengakui masukan MSCI itu sejalan dengan Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia.
“OJK berkomitmen untuk terus memperkuat penegakan hukum di sektor pasar modal dalam upaya menegakkan integritas pasar, dengan koordinasi dan sinergi yang efektif bersama seluruh pihak terkait,” kata Hasan.
Artinya, OJK janji akan sikat pelaku goreng saham, insider trading, dan manipulasi pasar yang selama ini bikin investor asing kabur.
Apa Dampaknya ?
Kalau MSCI benar-benar turunkan Indonesia dari Emerging ke Frontier, dampaknya mengerikan.
– Dana asing raksasa yang patokannya MSCI Emerging Market WAJIB JUAL saham Indonesia.
– Potensi capital outflow triliunan rupiah.
– IHSG bisa tertekan dalam.
Karena itu, OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) yaitu BEI, KSEI, KPEI, akan terus melakukan engagement konstruktif dengan MSCI dan investor institusi global.
Tujuannya: Meyakinkan dunia bahwa reformasi pasar modal Indonesia serius, bukan cuma diatas kertas.
Ancaman gak main main
Ini bukan ancaman main-main. MSCI sudah kasih sinyal sejak kasus saham-saham gorengan dengan free float super kecil tapi market cap jumbo yang merusak indeks.
OJK sudah mulai berbenah dengan buka data pemilik saham diatas 1% dan daftar saham dengan konsentrasi tinggi. Tapi MSCI minta bukti nyata penegakan hukum.
Investor lokal jangan panik, tapi tetap waspada. Fundamental ekonomi RI masih kuat, investor ritel tumbuh, valuasi murah. Tapi kalau integritas pasar tidak dibenahi, investor asing bisa benar-benar cabut. (tk)






