Foto. Kiri: M. Alzier Dianis Thabranie, SE., SH., Tokoh Masyarakat Lampung,
Ketua Umum P3KP Kabupaten Pesawaran.
Kanan: alm. Santori Hasan.
Bongkar Post, Lampung
Tokoh masyarakat Lampung, M. Alzier Dianis Thabranie, SE, SH, menyampaikan ungkapan penghormatan dan duka mendalam atas sosok Santori Hasan, tokoh masyarakat Kabupaten Tulang Bawang yang dikenalnya sebagai pribadi baik, bersahaja, rendah hati, serta senantiasa menjaga perkataan dan menepati janji.
Dalam pernyataan penuh ketulusan, Alzier mengenang Santori Hasan sebagai sosok yang tidak pernah bersikap angkuh, memiliki hati yang baik, dan mampu menempatkan diri dengan penuh rasa hormat kepada siapa pun, termasuk kepada kalangan yang lebih muda.
“Beliau orangnya baik, memegang omongan dan janji. Tidak sombong, baik hati, sangat santai, serta menghormati kami yang muda-muda saat bertemu beliau. Sederhana,” demikian ungkapan Alzier dalam mengenang sosok Santori Hasan.
Bagi Alzier, karakter tersebut merupakan cerminan pribadi yang patut dihormati. Sikap sederhana, ketulusan dalam bergaul, serta komitmen untuk menjaga perkataan dan janji merupakan nilai-nilai penting yang meninggalkan kesan mendalam bagi orang-orang yang pernah mengenalnya.
Kepergian Santori Hasan menjadi momentum untuk mengenang kembali arti keteladanan seorang tokoh di tengah masyarakat. Bukan semata-mata karena kedudukan atau pengaruhnya, melainkan karena kebaikan hati, kesederhanaan, dan sikap menghargai sesama yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari.
Di akhir pernyataannya, Alzier menyampaikan doa agar seluruh amal ibadah almarhum diterima Allah SWT, segala khilafnya diampuni, dan almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi-Nya.
“Semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT, husnul khatimah, dan surga menjadi ganjarannya. Aamiin,” ungkap Alzier.
Ia juga menyampaikan salam hormat dan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan, seraya berharap keluarga diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi kehilangan tersebut.
Ungkapan Alzier ini menjadi bentuk penghormatan tulus kepada Santori Hasan, sosok yang dikenang melalui kesederhanaan, kebaikan hati, serta sikap rendah hati yang meninggalkan kesan bagi orang-orang di sekitarnya.
Salam hormat dan belasungkawa untuk keluarga yang ditinggalkan. Semoga almarhum Santori Hasan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Diketahui, bahwa H. Santori Hasan, S.H. bin Nur Hasan adalah tokoh birokrat dan politikus senior asal Lampung yang dikenal sebagai Bupati Tulang Bawang pertama (periode 1997–2002).
Tokoh kelahiran Negeri Agung, Way Kanan, Lampung, 25 Oktober 1943 ini, wafat pada hari Kamis, 22 Oktober 2026, pukul 03.01 WIB di RSUD Abdul Moeloek (RSUDAM) Bandar Lampung pada usia 82 tahun.
Selain menikah dengan Deli Santori, dia juga kakak kandung Marsidi Hasan (mantan Wakil Bupati Way Kanan).
Karirnya dimulai sebagai birokrat di Kabupaten Lampung Utara sebelum dipercaya memimpin Kabupaten Tulang Bawang sejak awal pembentukannya.
Setelah menjabat Bupati Tulang Bawang, ia melanjutkan pengabdian di tingkat nasional dan terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia dari daerah pemilihan Lampung pada Pemilu 2004.
Almarhum dikenal sebagai sosok birokrat murni yang ramah, akrab, dan menjaga hubungan baik dengan berbagai kalangan semasa hidupnya. (*)






