Lampung Darurat jalan Rusak Terpanjang, Lampung Masuk Rekor 10 Besar Nasional
Bongkar Post, Bandar Lampung — Kondisi infrastruktur jalan di Provinsi Lampung kembali menjadi sorotan serius. Data terbaru menunjukkan provinsi di ujung selatan Pulau Sumatera itu masuk dalam 10 besar wilayah dengan panjang jalan rusak terbanyak di Indonesia.
Temuan ini terungkap dalam pemaparan jajaran kepolisian yang menyoroti kondisi jalan nasional yang mengalami kerusakan cukup panjang dan tersebar di berbagai daerah.
Dalam pemaparan tersebut, Kombes Pol Fadly Munzir Ismail, S.H., S.I.K., M.Si mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap ruas-ruas jalan yang mengalami kerusakan.
“Hasil pendataan menunjukkan terdapat 79 titik jalan rusak yang tersebar di sejumlah wilayah di Provinsi Lampung,” ungkapnya dalam paparan kondisi jalan.
Kerusakan tersebut meliputi jalan berlubang besar, permukaan jalan retak, hingga ruas jalan yang tergenang air dan memperparah kondisi aspal.
Masuk 10 Besar Nasional
Berdasarkan data yang dipaparkan, Lampung menempati posisi ke-10 secara nasional dengan total sekitar 81,12 kilometer jalan nasional dalam kondisi rusak.
Data ini hanya mencakup jalan nasional, sehingga belum menghitung kerusakan pada jalan provinsi maupun jalan kabupaten/kota yang juga dilaporkan mengalami kerusakan di berbagai wilayah.
Jika seluruh kategori jalan dihitung, panjang kerusakan diperkirakan jauh lebih besar.
Kerusakan Tersebar di Banyak Wilayah
Pemetaan kepolisian menunjukkan kerusakan jalan tersebar di berbagai wilayah hukum kepolisian di Lampung.
Beberapa titik yang menjadi perhatian berada di jalur strategis seperti jalan lintas barat, jalan lintas timur Sumatera, serta sejumlah jalan penghubung antar kabupaten.
Di wilayah Lampung Barat, misalnya, kerusakan ditemukan di ruas jalan lintas Liwa–Muara Dua yang menjadi jalur utama mobilitas masyarakat.
Sementara di Pringsewu, kerusakan juga ditemukan di ruas jalan lintas barat yang kerap dilalui kendaraan logistik dan transportasi antar daerah.
Sebagian kerusakan bahkan berada di dekat jembatan maupun ruas jalan dengan arus kendaraan tinggi.
Ancaman Nyata bagi Pengguna Jalan
Polisi menilai kondisi jalan rusak bukan sekadar persoalan infrastruktur, tetapi juga berkaitan langsung dengan keselamatan pengguna jalan.
Lubang besar di badan jalan seringkali tertutup genangan air saat hujan sehingga sulit terlihat pengendara. Kondisi ini berpotensi memicu kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua.
Selain itu, kendaraan yang berusaha menghindari lubang kerap berpindah jalur secara tiba-tiba sehingga meningkatkan risiko tabrakan dengan kendaraan lain.
Karena itu, pemetaan titik jalan rusak juga dilakukan sebagai bagian dari langkah antisipasi kecelakaan lalu lintas.
Tekanan pada Pemerintah
Masuknya Lampung dalam daftar provinsi dengan panjang jalan rusak yang signifikan memunculkan pertanyaan besar terkait percepatan perbaikan infrastruktur.
Lampung merupakan jalur penting penghubung Pulau Sumatera dan Jawa, terutama melalui jalur distribusi logistik dari pelabuhan menuju berbagai wilayah Sumatera.
Kerusakan jalan yang berkepanjangan bukan hanya mengancam keselamatan masyarakat, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi dan mobilitas barang.
Dengan adanya pemetaan puluhan titik jalan rusak tersebut, berbagai pihak kini menunggu langkah konkret perbaikan agar kondisi infrastruktur di Lampung tidak terus menjadi “titik lemah” transportasi di Sumatera bagian selatan. (*)







