Kwarda Lampung Hadiri Rakernas Pramuka 2026, Siap Turunkan Program Konkret Dukung Swasembada Pangan
Bongkar Post, JAKARTA
Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Lampung menegaskan komitmennya dalam mendukung agenda strategis nasional dengan menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerakan Pramuka Tahun 2026 yang digelar di Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur, Jakarta, pada 26–28 Januari 2026.
Rakernas tahun ini mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan untuk Menuju Indonesia Emas 2045”, yang menjadi penegasan arah kebijakan Gerakan Pramuka agar selaras dengan visi pembangunan jangka panjang nasional.
Rakernas secara resmi dibuka oleh Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Komjen Pol (Purn) Drs. Budi Waseso. Dalam sambutannya, Budi Waseso menekankan bahwa Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan nasional, khususnya melalui kontribusi nyata di sektor pangan.
“Swasembada pangan bukan sekadar program pemerintah, tetapi agenda besar bangsa. Gerakan Pramuka harus hadir sebagai kekuatan sosial yang mampu membentuk generasi muda yang peduli, terampil, dan berdaya dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” tegas Budi Waseso.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Kwarda Lampung mengirimkan delegasi lengkap yang dipimpin langsung oleh Ketua Harian Kwarda Lampung, Rizky Sofyan, S.Tp., M.Si. Ia didampingi Sekretaris Kwarda Lampung Dr. Mubasit, MM, Wakil Ketua Organisasi dan Hukum Prof. Dr. Ir. H. Wan Abbas Zakaria, MS, Wakil Ketua Pembinaan Anggota Dewasa H. Abdullah RM, Wakabid Binamuda Catur Agus Dewanto, S.P., serta Ketua DKD Lampung Surohit.
Rizky Sofyan menegaskan bahwa kehadiran Kwarda Lampung di Rakernas bukan sekadar formalitas, melainkan untuk memastikan seluruh hasil dan rekomendasi Rakernas dapat ditransformasikan menjadi program nyata di daerah.
“Lampung memiliki posisi strategis sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Karena itu, Kwarda Lampung siap menyinergikan program kepramukaan dengan agenda swasembada pangan, mulai dari pendidikan karakter, pembinaan generasi muda, hingga kegiatan produktif berbasis potensi lokal,” ujar Rizky.
Menurutnya, Gerakan Pramuka di Lampung akan diarahkan tidak hanya sebagai wadah pembinaan karakter, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu menjawab tantangan ketahanan pangan di masa depan.
Selama Rakernas berlangsung, delegasi Kwarda Lampung aktif mengikuti berbagai komisi pembahasan yang membahas penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Pramuka, serta adaptasi gerakan kepanduan terhadap dinamika dan tantangan zaman.
Sebagai provinsi dengan kekuatan sektor pertanian dan pangan, Lampung dinilai memiliki modal sosial dan sumber daya yang kuat untuk mengimplementasikan program Pramuka yang berorientasi pada kedaulatan pangan.
Dengan semangat gotong royong dan pengabdian, Kwarda Lampung optimistis Gerakan Pramuka mampu melahirkan generasi muda yang berkarakter, mandiri, dan berdaya saing, sekaligus menjadi pelopor dalam menjaga ketahanan dan kedaulatan pangan menuju Indonesia Emas 2045. (Rls)






