KPKM RI dan Kasat Narkoba Perkuat Sinergi, Jadikan Semangat Sumpah Pemuda sebagai Gerakan Melindungi Generasi Muda
Bongkar Post, PEMATANGSIANTAR, 28 Oktober 2026 — Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 menjadi pengingat penting bahwa menjaga masa depan bangsa tidak hanya diwujudkan melalui semangat persatuan, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam melindungi generasi muda dari berbagai ancaman, termasuk penyalahgunaan narkotika.
Semangat tersebut sejalan dengan upaya Kongres Pemberantasan Korupsi Manipulatif Rakyat Indonesia (KPKM RI) dalam memperkuat silaturahmi dan komunikasi dengan Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Pematangsiantar, AKP Syamsul Bahri, S.E., M.H., guna mendorong keberlanjutan program edukasi dan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba, khususnya di lingkungan pendidikan.
Bagi KPKM RI, pencegahan narkoba merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Tidak hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga dengan membangun kesadaran masyarakat, memperkuat pendidikan karakter, serta menanamkan pemahaman kepada generasi muda mengenai pentingnya menjaga diri dan masa depan dari bahaya narkotika.
Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Pencegahan Narkoba
Ketua Umum KPKM RI, Hunter D. Samosir, memandang bahwa komunikasi yang baik antara organisasi kemasyarakatan dan aparat penegak hukum merupakan salah satu unsur penting dalam mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Melalui silaturahmi dan komunikasi yang berkelanjutan, KPKM RI berharap program edukasi yang selama ini telah dibangun dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan, terutama dengan menyasar kalangan pelajar sebagai bagian dari upaya melindungi generasi penerus bangsa.
Lingkungan pendidikan dinilai memiliki peran strategis dalam membangun pemahaman sejak dini. Sekolah bukan hanya tempat memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga ruang pembentukan karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, dan keberanian untuk mengambil keputusan yang benar.
Oleh karena itu, edukasi bahaya narkoba perlu dilaksanakan secara berkesinambungan dengan pendekatan yang komunikatif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Dengan pemahaman yang memadai, generasi muda diharapkan mampu mengenali risiko penyalahgunaan narkotika, menolak ajakan yang menyesatkan, serta menjadi bagian dari lingkungan pergaulan yang sehat dan positif.
AKP Syamsul Bahri Berharap Program Segera Direalisasikan
AKP Syamsul Bahri menyambut baik rencana keberlanjutan program edukasi dan sosialisasi bahaya narkoba tersebut. Ia berharap program yang telah direncanakan dapat segera direalisasikan sehingga upaya pencegahan semakin dekat dengan masyarakat Kota Pematangsiantar.
Sebagai pejabat yang tengah menjalani proses pengenalan terhadap karakteristik, kultur, dan budaya masyarakat setempat, membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat hubungan dan kerja sama.
Pendekatan yang humanis dan terbuka diharapkan dapat mendukung terciptanya hubungan yang baik antara kepolisian, organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, serta masyarakat luas.
Dengan komunikasi dan koordinasi yang berkesinambungan, program pencegahan narkoba diharapkan dapat dirancang secara lebih terarah, sesuai dengan kebutuhan masyarakat, serta dilaksanakan dengan memperhatikan kewenangan masing-masing pihak.
Pengalaman Tugas Menjadi Bekal dalam Pemberantasan Narkoba
Pengalaman AKP Syamsul Bahri dalam menjalankan tugas sebagai Kasat Narkoba di Kabupaten Humbang Hasundutan dan Kota Binjai menjadi bekal pengalaman dalam menghadapi tantangan pemberantasan narkoba.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan tugasnya di wilayah hukum Polres Pematangsiantar, baik dalam upaya pencegahan maupun penegakan hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Meski demikian, upaya menciptakan lingkungan yang aman dari ancaman narkotika tidak dapat hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Dukungan keluarga, sekolah, organisasi kemasyarakatan, pemerintah, dan masyarakat juga diperlukan untuk memperkuat langkah pencegahan.
Keluarga berperan dalam membangun komunikasi dan pengawasan yang sehat. Sekolah berperan memberikan edukasi dan membentuk karakter peserta didik. Sementara itu, masyarakat dapat mengambil bagian dengan menciptakan lingkungan yang peduli, meningkatkan kewaspadaan, serta menyampaikan informasi mengenai dugaan tindak pidana narkotika melalui saluran resmi.
Dengan pembagian peran dan kerja sama yang baik, upaya pencegahan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan.
Sumpah Pemuda ke-98: Persatuan untuk Menjaga Masa Depan Bangsa
Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 menjadi momentum untuk kembali menghidupkan semangat persatuan, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap masa depan Indonesia.
Sumpah Pemuda mengajarkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bekerja bersama demi kepentingan yang lebih besar. Semangat tersebut relevan dalam upaya melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak kesehatan, pendidikan, kehidupan sosial, dan masa depan seseorang.
Pemuda Indonesia harus memiliki cita-cita, keberanian, serta daya juang untuk membangun bangsa. Namun, semangat tersebut juga perlu disertai kemampuan menjaga diri, memilih lingkungan pergaulan yang sehat, dan berani mengatakan tidak terhadap narkoba.
Dalam konteks ini, edukasi dan sosialisasi menjadi bagian penting dari upaya membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga kuat secara karakter dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.
Semangat Sumpah Pemuda hendaknya tidak berhenti pada seremoni dan ucapan peringatan. Nilai persatuan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk memperkuat kolaborasi antara kepolisian, organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat dalam melindungi generasi penerus bangsa.
KPKM RI Dorong Gerakan Edukasi yang Berkelanjutan
KPKM RI menegaskan pentingnya menjaga sinergi dengan aparat penegak hukum dan seluruh elemen masyarakat untuk mendukung program pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Keberlanjutan program edukasi di lingkungan pendidikan diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih luas kepada para pelajar mengenai risiko narkotika sekaligus menumbuhkan keberanian untuk menjaga diri dan membantu menciptakan lingkungan yang sehat.
KPKM RI juga berharap komunikasi yang telah terjalin dengan Satresnarkoba Polres Pematangsiantar dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi dan pelaksanaan kegiatan yang terencana, dengan tetap memperhatikan kewenangan serta prosedur masing-masing pihak.
Pada akhirnya, pemberantasan narkoba bukan hanya tentang penindakan terhadap pelaku, melainkan juga tentang bagaimana masyarakat bersama-sama mencegah munculnya korban baru melalui pendidikan, kepedulian, dan penguatan lingkungan sosial.
Momentum Hari Sumpah Pemuda ke-98 hendaknya menjadi penggerak bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan dan mengambil bagian dalam melindungi generasi muda.
Dengan semangat kebersamaan, KPKM RI berharap sinergi dengan kepolisian dan dunia pendidikan dapat terus berkembang menjadi langkah nyata untuk mewujudkan masyarakat Kota Pematangsiantar yang lebih peduli, aman, dan terbebas dari ancaman penyalahgunaan narkoba.
KPKM RI — Bersinergi, Mengedukasi, dan Melindungi Generasi Penerus Bangsa.






