DPRD dan Satgas MBG Lampura Sidak SPPG Kalicinta Diduga Temukan Sumur Warga Tercemar Limbah SPPG

DPRD dan Satgas MBG Lampura Sidak SPPG Kalicinta Diduga Temukan Sumur Warga Tercemar Limbah SPPG

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post, LAMPUNG UTARA

DPRD Lampung Utara meninjau langsung sumur-sumur warga yang diduga tercemar air limbah dari SPPG Kalicinta, Rabu pagi (14/10/2026).

Hasilnya, dugaan itu sepertinya benar adanya karena air sumur warga didapati berbau dan berminyak.

“Setelah diambil, airnya memang berbau dan berminyak,” ujar Ketua DPRD Lampung Utara, M. Yusrizal.

Ia mengatakan, kondisi ini membuatnya cukup kecewa karena sebelumnya pihak SPPG telah diingatkan untuk memperbaiki pengolahan air limbahnya sejak dua pekan lalu. Namun, sampai saat ini masih juga tak ada perubahan sehingga air sumur warga masih tercemar.

“Jadi, kuat dugaan penanganan limbahnya diduga tidak sesuai standar yang ada,” kata dia.

Terkait temuan tersebut, pihaknya akan melakukan rapat secepatnya. Tujuannya, untuk menentukan apa langkah yang harus diambil untuk mengatasi persoalan ini agar tidak terulang di kemudian hari.

Di tempat sama, Ketua Satuan Tugas Percepatan Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis Lampung Utara, Mat Soleh mengatakan, SPPG ini telah dua kali mereka tegur. Untungnya, telah ada perbaikan.

Namun, terkait instalasi pengolahan air limbah masih juga belum ditindaklanjuti. Padahal, pihak SPPG sempat menjanjikan bahwa mereka akan menggunakan pengolahan limbah modern. Kenyataannya yang terjadi berbanding terbalik dengan fakta di lapangan.

“Tapi memang SPPG ini sudah ditunda sementara operasionalnya belum lama ini hingga ada perbaikan,” terang dia.

Matsoleh mengatakan, terkait SPPG, pihaknya hanya dapat menerbitkan rekomendasi kepada pihak BGN. Pihak BGN-lah yang memiliki kewenangan lebih lanjut terkait rekomendasi dari setiap satgas.

“Wajar saja sumur warga tercemar. Tempat limbahnya tidak berlantai semen,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Kalicinta, Imam tak bisa dihubungi. Hingga pukul 13.18 WIB, ponselnya dalam keadaan tidak aktif saat dihubungi.

Dalam sidak itu M. Yusrizal didampingi oleh sejumlah koleganya seperti Cerli Yusrizal, M. Nuzul Setiawan, Arnando Ferdiansyah, Rio Septiandri. Adapun perwakilan dari pihak eksekutif di antaranya Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lampung Utara (Gunaido Uthama), Asisten I/Ketua Satgas MBG (Mat Soleh). Pihak kejaksaan dan kepolisian juga terlihat di lokasi. (Orean)

Pos terkait