Disinyalir Remaja 16 Tahun Dikeroyok Puluhan OTK di Taman Merdeka Metro
Bongkar Post, KOTA METRO – Seorang remaja berinisial MRS (16), yang masih berstatus pelajar, diduga menjadi korban pengeroyokan oleh puluhan orang tak dikenal (OTK) di kawasan Taman Merdeka, Jalan A.H. Nasution, Kelurahan Imopuro, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, pada Minggu dini hari, 4 Oktober 2026, sekitar pukul 01.30 WIB. Akibat kejadian tersebut, korban dilaporkan mengalami sejumlah luka, termasuk patah tulang pada bagian bahu kiri, serta trauma berat.
Peristiwa ini telah dilaporkan pihak keluarga ke Polres Metro. Berdasarkan informasi yang disampaikan keluarga, laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/4477x/2026/SPKT/POLRES METRO/POLDA LAMPUNG tertanggal 4 Oktober 2026, sekitar pukul 23.00 WIB.
Kasus ini menjadi perhatian karena korban masih berusia 16 tahun dan diduga mengalami kekerasan fisik secara bersama-sama di ruang publik. Pihak keluarga berharap aparat kepolisian segera mengusut tuntas kejadian tersebut dan mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat.
Ayah korban, inisial SM mengungkapkan, bahwa peristiwa bermula ketika putranya mengendarai sepeda motor bersama seorang teman dan melintas di kawasan Taman Merdeka, Kota Metro, dengan suara knalpot yang cukup keras.
Menurut penuturan keluarga, sekelompok orang yang berada di lokasi diduga tidak terima dengan suara knalpot tersebut. Korban kemudian disebut disiram kuah bakso tanpa melakukan perlawanan,” kata Sam kepada media ini, Senin, 12 Oktober 2026.
Setelah kejadian itu, lanjut SM, korban mengisi bahan bakar minyak (BBM) dan berniat pulang ke wilayah Lampung Timur. Namun, saat kembali melintas di kawasan taman, korban diduga kembali mendapat gangguan. Salah seorang dari kelompok tersebut disebut melemparkan sandal ke arah sepeda motor korban hingga bagian bodi kendaraan terlepas.
Korban kemudian berbalik arah untuk mengambil bodi motor yang menurut keterangan keluarga telah diambil oleh orang dari kelompok tersebut. Pada saat itulah terjadi keributan yang berujung pada dugaan pengeroyokan terhadap korban oleh sejumlah orang.
Rangkaian kejadian tersebut masih perlu didalami melalui penyelidikan kepolisian, termasuk untuk memastikan kronologi, identitas para terduga pelaku, serta peran masing-masing pihak.
Korban Alami Luka dan Trauma, Keluarga Minta Keadilan
SM mengatakan, akibat kejadian tersebut, anaknya mengalami luka robek di kepala, lebam di sejumlah bagian tubuh, serta patah tulang pada bagian bahu kiri. Korban juga disebut mengalami trauma berat sehingga belum dapat menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasanya.
Sebagai orang tua, SM mengaku sangat sedih dan prihatin melihat kondisi anaknya. “Ia menilai dugaan kekerasan yang dialami putranya tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga menimbulkan tekanan psikologis,” ungkapnya dengan nada sedih.
“Ia menyayangkan, peristiwa tersebut dan berharap penanganan perkara dilakukan secara serius agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Pihak keluarga mengaku tidak mengetahui secara pasti identitas orang-orang yang diduga terlibat. Berdasarkan keterangan korban kepada keluarga, para pelaku merupakan orang-orang yang tidak dikenalnya.
Atas kejadian itu, keluarga meminta Polres Metro segera melakukan penyelidikan, mengungkap identitas para terduga pelaku, serta memproses perkara sesuai ketentuan hukum yang berlaku apabila ditemukan bukti yang cuku,” ujarnya.
SM berharap, penanganan kasus ini dapat memberikan kepastian hukum bagi korban dan keluarganya, sekaligus mencegah terulangnya dugaan tindak kekerasan di kawasan Taman Merdeka.
Menurutnya, masyarakat seharusnya dapat mengunjungi ruang publik dengan aman dan nyaman tanpa merasa takut menjadi korban kekerasan.
Keluarga berharap, aparat penegak hukum dapat mengusut perkara ini secara transparan dan profesional, sehingga korban memperoleh keadilan dan keamanan masyarakat di Kota Metro tetap terjaga,” tegasnya. (*)






