Dipicu Korsleting Listrik, Gudang Mebel di Sukadanaham Bandar Lampung Hangus Dilalap Api
Bongkar Post, Bandar Lampung – Insiden kebakaran menghanguskan sebuah gudang mebel yang berlokasi di Jalan Raden Imba Kusuma Ratu, Kelurahan Sukadanaham, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Kota Bandar Lampung,
Peristiwa naas tersebut, terjadi sekitar pukul 05.00 WIB, tepat saat sejumlah karyawan yang berada di dalam bangunan sedang beristirahat, Selasa, 20 Oktober 2025.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung, Anthony Irawan, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan pada pukul 05.19 WIB dan langsung menerjunkan kekuatan penuh ke lokasi kejadian.
“Kami menerapkan response time (waktu tanggap) yang maksimal. Hanya butuh waktu lima menit dari armada keluar pos hingga tiba di lokasi kejadian pada pukul 05.24 WIB, sehingga api bisa segera diblokade agar tidak menyebar luas,” ujar Antoni saat dikonfirmasi, Selasa (20/10/2026).
Antoni memaparkan, besarnya kobaran api di area seluas 15×20 meter persegi tersebut menuntut penanganan ekstra. Sebanyak total 25 personel dikerahkan dalam yang didukung dengan lima unit armada tempur dan suplai dari berbagai pos siaga.
“Kondisi di lapangan, material mebel yang sangat mudah terbakar ditambah tiupan angin kencang membuat api cepat merambat. Proses pemadaman memakan waktu lebih dari dua jam dan menghabiskan hingga 15 tangki air. Api baru berhasil dipadamkan total pada pukul 07.58 WIB,” ungkap Anthony
Dari keterangan saksi dan pemeriksaan awal, sambung Anthony, peristiwa kebakaran yang melanda tempat usaha milik Giavany Tasi (33) tersebut diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik.
“Dikarenakan intensitas angin yang kencang, api cepat membesar dan merambat ke area sekitaran dalam meubel tersebut,” imbuhnya.
Meski demikian, Ia menerangkan bahwa, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini berkat respons cepat karyawan yang menyelamatkan diri.
“Tidak ada korban jiwa. Namun untuk kerugian materiil berupa bangunan gudang, alat kompresor, dan barang-barang mebel ditaksir mencapai Rp 50 juta. Untuk penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kebakaran akan ditangani oleh pihak kepolisian,” tutup Antony.(diki)






